Latar Belakang Terjadinya Perang Salib

  1. Pembentukan Tentara Salib bukanlah tindakan agresi tanpa sebab yang dilakukan oleh penguasa Eropa melawan dunia Islam, tapi ini adalah penundaan selama berabad-abad atas agresi Muslim yang semakin ganas, jauh lebih dari sebelumnya di abad ke 11.
  2. Perang Salib adalah perang untuk merampas kembali tanah Kristen dan juga untuk membela masyarakat Kristen, dan bukannya untuk mendirikan imperialisme Kristen.
  3. Tentara Salib tidak dipanggil untuk memaksa Muslim atau non-Kristen masuk Kristen.

Pandangan Politically Correct (Myth PC):

Perang Salib adalah Serangan Tanpa Alasan Bangsa Eropa terhadap Dunia Islam

(Adadeh: Politically Correct atau disingkat jadi PC adalah pendapat yang salah yang sengaja diucapkan agar tidak menimbulkan keresahan umum atau golongan masyarakat)

Pernyataan di Atas adalah Salah

Penaklukan Yerusalem di tahun 638 adalah reaksi dari penyerangan yang dilakukan tentara2 Islam selama berabad-abad terhadap non-Muslim, terutama Kristen. Alasan lain adalah masyarakat Kristen di Tanah Suci mengalami penindasan yang semakin berat. Beberapa contohnya: Di awal abad ke 8, enampuluh peziarah Kristen dari Amorium disalib; sekitar waktu yang sama, gubernur Muslim Caesarea menangkap peziarah Kristen dari Ikonium dan membunuh mereka semua dengan tuduhan mata2 – tapi yang mau memeluk Islam dibebaskan; dan Muslim menuntut uang dari para peziarah, mengancam menghancurkan gereja jika umat Kristen tidak mau bayar. Kemudian di akhir abad ke 8, seorang ketua Muslim melarang tanda salib di seluruh Yerusalem. Dia juga meningkatkan uang Jizya bagi masyarakat Kristen dan melarang masyarakat Kristen menyampaikan pesan agama Kristen kepada siapapun, bahkan anak mereka sendiri. [5]

[5] Dikutip dari buku Bat Yeor, The Decline of Eastern Christianity Under Islam (Madison, NJ: Fairleigh Dickinson University Press, 1996), hal. 44.

Muhammad vs. Yesus

Diberkatilah mereka yang berhati kudus, karena mereka akan melihat Tuhan. Diberkatilah mereka yang membuat perdamaian, karena merekalah yang akan disebut sebagai anak2 Allah. Diberkatilah mereka yang disesah karena tujuan2 mulia karena merekalah yang mewarisi kerajaan surga.

Yesus (Matius 5:8-10)

Allah menugaskan Muslim untuk melakukan perang Suci di jalan Allah dan tiada alasan lain untuk melakukannya selain percaya pada Allah dan RasulNya, bahwa dia akan diberi imbalan oleh Allah dengan anugrah atau barang jarahan (jika dia hidup) atau masuk surga (jika dia mati)

Hadis Sahih Bukhari, vol. 1, buku 2, no. 36

Muslim memperlakukan masyarakat Kristen secara brutal dan penuh kekerasan di Tanah Suci. Di tahun 772, Kalifah al-Mansur memerintahkan semua tangan2 orang Kristen dan Yahudi diberi cap dengan simbol tertentu. Muslim yang berani ganti agama ke Kristen diperlakukan dengan kejam. Di tahun 789, pemerintah Muslim memancung seorang paderi yang meninggalkan Islam dan masuk Kristen. Tentara Muslim juga menghancurkan monastri Saint Theodosius di Bethlehem dan membunuhi banyak paderi. Monastri2 Kristen di daerah sekitar juga bernasib sama. Di awal abad ke 9, penindasan semakin sengit sehingga banyak masyarakat Kristen yang meninggalkan Yerusalem dan mengungsi ke Konstatinopel dan kota2 Kristen lainnya. Di tahun 923, gereja2 dihancurkan, dan di tahun 937, Muslim mengacaukan perayaan Paskah di Yerusalem, merampok dan menghancurkan Gereja Kavalri dan Gereja Kebangkitan Kembali (Resurrection). [7]

[7] Moshe Gil, A History of Palestine 634-1099 (Cambridge: Cambridge University Press, 1992), 473-76. Kalifah al-Muqtadir tidak setuju dengan penindasan tahun 923 dan memerintahkan gereja dibangun kembali.

Atas penindasan terhadap masyarakat Kristen, kerajaan Bizantium mengganti politik negara yang awalnya bersikap bertahan melawan Muslim dan jadi menyerang untuk merebut kembali tanah2 Kristen yang dirampas Muslim. Di tahun 960-an, Jendral Nicephorus Phocas (yang nantinya akan jadi Kaisar Bizantium berikut) berhasil menang perang melawan tentara Muslim dan merebut kembali Kreta, Sisilia, dan Siprus, dan bahkan sebagian dari Siria. Di tahun 969, dia merampas kembali kota kuno Kristen bernama Antiokhia. Di tahun 970-an, kerajaan Bizantium memperluas penyerangan sampai masuk ke Siria. [8]

[8] Steven Runciman, A History of the Crusaders, Volume I (Cambridge: Cambridge University Press, 1951), 30-32

Dalam theologi Islam, jika suatu daerah tadinya telah dirampas oleh Kekuasaan Islam, maka daerah itu selamanya milik Islam – dan Muslim harus berperang untuk merebut kembali tanah itu. Di tahun 974, karena terus-menerus kalah melawan Bizantium, Kalifah Abbasid (Sunni) di Baghdad menyerukan perang Jihad. Kampanye Jihad melawan Bizantium terus dilakukan setiap tahun oleh Saif al-Dawla yang adalah penguasa Dinasti Hamdanid Shia di Aleppo dari tahun 944-967. Saif al-Dawla meminta masyarakat Muslim untuk berperang melawan Bizantium dengan alasan mereka merampasi tanah milik Islam. Kampanye ini demikian sukses sehingga tentara2 Muslim berdatangan bahkan dari daerah jaudi di Asia Tengah untuk bergabung melakukan Jihad. [9]

[9] Carole Hillenbrand, The Crusaders: Islamic Perspective (Oxford: Routledge, 2000), hal 101.

Akan tetapi, permusuhan antar Shia dan Sunni menggagalkan usaha Jihad itu, dan di tahun 1001 Kaisar Bizantium Basil II membuat perjanjian damai 10 tahun dengan Kalifah Shia Fatimid. [10]

[10] Runciman, hal. 33.

Tak lama kemudian, Basil melihat bahwa perjanjian damai itu tak ada gunanya. Di tahun 1004, Kalifah Fatimid ke-6 yakni Abu Ali al-Mansur al-Hakim (985-1021) menyerang ganas kepercayaan ibu dan pamannya yang Kristen, dan memerintahkan perampasan harta benda dan pembakaran gereja2. Dia pun melakukan hal yang sama terhadap masyarakat Yahudi. Sepanjang 10 tahun berikutnya, 30.000 gereja dihancurkan dan banyak orang2 Kristen yang masuk Islam agar nyawa mereka selamat. Di tahun 1009, al-Hakim mengeluarkan perintah anti-Kristen yang paling terkenal: dia memerintahkan Gereja Makam Suci (Holy Sepulcher) di Yerusalem dihancurkan, juga gereja2 lain (termasuk Gereja Resurrection). Gereja Makam Suci didirikan oleh orang2 Bizantium di abad ke 7 setelah Persia membakar gereja sebelumnya, dan gereja ini dipercayai sebagai kubur Yesus; juga dipakai sebagai model bagi mesjid Al-Aqsa. Al-Hakim memerintahkan kuburan dihancurkan semua sampai pada altar. Dia memerintahkan semua masyarakat Kristen memakai salib berat di leher mereka (dan bagi orang Yahudi adalah balok kayu berat di pundak berbentuk anak sapi). Dia terus menambah aturan yang semakin menindas agar para Yahudi dan Kristen itu akhirnya masuk Islam. [11]

[11] Gil, hal. 376.

Kalifah kejam ini akhirnya meringankan hukum2 penindasan atas non-Muslim dan bahkan mengembalikan harta rampasan dari Gereja. [12] Sebagian alasan perubahan sikap al-Hakim mungkin karena dia semakin mempelajari Islam orthodoks. Di tahun 1021, dia menghilang secara misterius; beberapa pengikutnya menganggap dia orang suci dan mereka membentuk kelompok agama berkenaan dengan misteri ini dan juga karena ajaran imam bernama Muhammad ibn Ismail al-Darazi (dari nama inilah Islam Druze dibentuk). [13] Karena perubahan hukum Kalifah al-Hakim dan kematiannya, orang2 Bizantium diijinkan kembali membangun Gereja Makam Suci di tahun 1027. [14]

[12] Runciman, 35-36; Hillenbrand, 16-17; Jonathan Riley-Smith, The Crusaders: A Short History (New Haven, CT: Yale University Press, 1987), hal. 44.

[13] Bernard Lewis, The Assassins (New York: Basic Books, 2002), hal. 33.

[14] Runciman, hal. 36.

Meskipun begitu, nasib umat Kristen dalam keadaan riskan dan peziarah Kristen tetap saja ditindas. Di tahun 1056, penguasa Muslim mengusir 300 orang Kristen dari Yerusalem dan melarang peziarah Kristen Eropa memasuki Gereja Makam Suci. [15] Ketika penguasa Turki Seljuk berkuasa di Asia Tengah, mereka menerapkan hukum Islam secara lebih ketat dan ini membuat keadaan masyarakat dan peziarah Kristen jadi sulit (dilarang berziarah). Setelah tentara Muslim mengalahkan Bizantium di Manzikert tahun 1071 dan menawan Kaisar Bizantium bernama Romanus IV, semua daerah Asia Kecil ditaklukan Muslim. Di tahun 1076, Muslim Turki Seljuk mengalahkan Siria; di tahun 1077, Yerusalem. Emir Seljuk bernama Atsiz bin Uwaq berjanji tidak akan melukai penduduk Yerusalem, tapi begitu sudah masuk kota, tentara Muslim membunuh 3.000 orang. [16] Pemerintah Seljuk mendirikan kesultanan Rum di Nisea yang terletak dengan Konstantinopel. Dari sinilah mereka terus-menerus menyerang Bizantium dan menindas masyarakat Kristen di seluruh daerah kekuasaan mereka.

[15] Ibid, hal. 49.

[16] Gil, hal. 412.

Kekaisaran Kristen Bizantium yang sebelum kalah perang lawan Islam berkuasa dari bagian selatan Italia, Afrika Utara, Timur Tengah, dan Arabia, sekarang kekuasaannya hanya lebih besar sedikit dibandingkan Yunani. Tampaknya memang kejatuhannya dari Turki Seljuk hanya tunggu waktu lagi. Gereja Konstantinopel tidak mengakui kekuasaan Paus dan bermusuhan selama berabad-abad, tapi Kaisar Bizantium yang baru yakni Alexius I Comnenus (1081-1118) merendahkan diri dan meminta pertolongan. Inilah awal terjadinya Perang Salib pertama: Kaisar Bizantium minta tolong.

Pandangan PC: Tentara Salib adalah Contoh Awal Imperialisme Ganas Barat

Imperialis ganas? Salah. Paus Urban II mengumumkan Perang Salib Pertama di Konsul Clermont tahun 1095 sebagai usaha bela diri – dan ini telah lama sekali tertunda. Dia meminta dibentuknya tentara Salib karena tanpa bela diri, maka kepercayaan akan Tuhan akan lebih diserang oleh Turki dan kekuatan Islam lainnya. Setelah menasehatkan pengikutnya untuk berdamai satu sama lain, dia mengalihkan perhatian mereka ke masalah Timur:

Bagi saudara kalian yang hidup di daerah Timur yang sangat butuh pertolonganmu, dan kalian harus segera memberi pertolongan kepada mereka seperti yang telah dijanjikan. Karena, seperti yang telah didengar sebagian besar dari kalian, tentara2 Turki dan Arab telah menyerang mereka dan menaklukkan daerah Romania sejauh pantai Barat Mediterania dan Hellespont, yang disebut sebagai Lengan Saint George. Mereka merampas lebih banyak lagi tanah2 Kristen, dan telah mengalahkan tentara Kristen di tujuh perang terakhir. Mereka telah membunuh dan menawan banyak orang, telah menghancurkan gereja2 dan kekaisaran2. Jika kau mengijinkan mereka terus melakukan hal itu, agama Tuhan akan lebih banyak diserang lagi oleh mereka. Karena inilah, aku atau tepatnya Tuhan, memerintahkan kalian sebagai pejuang2 Kristus untuk mengumumkan hal ini di mana2 dan mengajak semua orang berbagai golongan, tentara jalan kaki atau berkuda, kaya atau miskin, untuk membantu masyarakat Kristen dan mengenyahkan bangsa jahat itu dari tanah rekan2 kita Lebih dari itu, Kristus memerintahkannya. [17]

[17] Paus Urban II, Speech at Council of Clermont, 1095, according to Fulcher of Charters, dikutip oleh Bongars, Gesta Dei per Francos, 1, 382 ff., diterjemahkan oleh Oliver J. Thatcher dan Edgar Holmes McNeal, editor, A Source Book for Medieval History (New York: Scribners, 1905), hal. 513-17. Dicetak ulang di Medieval Sourcebook, http://www.fordham.edu/halsall/sourc…2-fulcher.html

Perhatikan bahwa Paus tidak mengatakan apa2 tentang paksaan masuk Kristen atau menaklukkan tanah Islam. Panggilan untuk mengenyahkan bangsa jahat itu dari tanah rekan2 kita memang terdengar seram untuk telinga orang modern; akan tetapi, ini bukan perintah pembunuhan massal, tapi perintah menyingkirkan kekuasaan Islam dari tanah yang dulu dimiliki masyarakat Kristen. Intisari lain dari khotbah Paus di Clermont menyatakan Paus Urban berkata tentang ancaman nyata bagi dirimu dan semua agamamu.

Dari kota Yerusalem dan Konstantinopel telah terdengar berita sedih terus-menerus yang sampai ke telinga kami; contohnya, bangsa dari kerajaan Persia, bangsa yang terkutuk, bangsa yang jauh dari Tuhan, bangsa yang berhati jahat dan tidak mengenal Tuhan, secara bengis menyerang tanah2 Kristen dan mengusir mereka dengan melakukan penjarahan dan pembakaran tempat tinggal. Mereka membawa sebagian tawanan ke negara mereka dan sebagian dibunuh dengan siksaan kejam. Mereka telah menghancurkan gereja2 Tuhan atau apapun yang tidak sesuai dengan kepercayaan mereka. Mereka menghancurkan altar2, setelah mengotorinya Kerajaan Romawi sekarang tercerai-berai karena mereka dan sebagian besar kekuasaan yang bisa dilampaui dalam perjalanan dua bulan lenyap sudah Kota bangsawan (Konstantinopel) ini yang terletak di pusat dunia, sekarang disandera oleh musuh2 Kristus dan ditindas oleh mereka yang tidak mengenal Tuhan, penyembah berhala. Mereka mencari bantuan karena ingin merdeka dan memohon padamu untuk membantu mereka. Kepada dirimulah mereka khusus memohon bantuan karena, seperti yang telah kita katakan sebelumnya, Tuhan telah menganugerahkan padamu kemampuan militer yang unggul di atas segala bangsa lainnya. [26]James Harvey Robinson, editor, Readings in European History: Vol. I (Boston, MA: Ginn and Co., 1904), 312-16. Cetak ulang di Medieval Sourcebook, http://www.fordham.edu/halsall/source/urban2a.html

Perkataan Paus tentang perbuatan Muslim menghancurkan Gereja Makam Suci:

Biarlah makam suci Tuhan dan Juru Selamat kita yang saat ini dikuasai negara2 kotor, terutama membangkitkan semangat juangmu, dan tempat2 suci yang saat ini dipermalukan dan dinodai oleh sampah bangsa yang kotor. [27]

[27]Ibid.

Tentara Salib maju ke tanah Palestina dengan tujuan sama seperti para peziarah Kristen. Mereka bertekad membela diri jika jalan mereka dihalangi dan diserang. Banyak yang melalukan sumpah agama. Pada awalnya, banyak tentara Salib yang dibunuhi tentara Turki di Asia Kecil Barat di bulan Agustus 1096.

Sama Seperti Sekarang: Islam Membela Diri?

Dalam Sharia Islam, Jihad wajib hukumnya jika daerah Muslim diserang: Jika non-Muslim menyerang negara Muslim atau dekat negara Muslim, Jihad adalah kewajiban pribadi bagi masyarakat negara itu, yang harus mengenyahkan non-Muslim dengan segala cara. [18]

[18] Umdat al-Salik, o9.1.

Panggilan Jihad telah berkumandang di sepanjang sejarah Islam. Ketika ketua Hamdanid Seyf al-Dawla mengumumkan Jihad terhadap Bizantium di pertengahan abad ke 10, para Muslim pun datang dari berbagai penjuru untuk berpartisipasi. Mereka datang karena menganggap Bizantium menyerang tanah2 Islam. Sewaktu Perang Salib I terjadi, Muslim menulis puisi sebagai berikut: Apakah bukan kewajibanmu pada Tuhan dan Islam untuk membela masyarakat tua dan muda? Lakukan perintah Tuhan! Wahai kalian semua! Lakukan! [19] Imam Muslim yang paling disukai Jihadis jaman modern yakni Ibn Taymiyya (Taqi al-Din Ahmad Ibn Taymiyya, 1263-1328) menganggap Jihad adalah perintah mutlak: Jika musuh menyerang Muslim, maka menyingkirkan musuh merupakan kewajiban agama dan Muslim lainnya harus membantu. [20]

[19] Dikutip dari Hillenbrand, hal. 71.

[20] Ibn Taymiyya, The Religious and Moral Doctrine of Jihad, di buku Rudolph Peters, Jihad in Classical dan Modern Islam: A Reader[i] (Princeton, NJ: Markus Wiener Publishers, 1996), hal. 53.

Contoh lain panggilan Jihad di ratusan tahun terakhir dapat dilihat di tahun 1914 ketika Kalifah Ottoman Sultan Mehmet V mengeluarkan fatwa berhubungan dengan pecahnya Perang Dunia I; di tahun 2003, kelompok Jihadis Chechnya mengumumkan: Ketika musuh masuk daerah, kota atau desa tempat Muslim tinggal, maka semua Muslim wajib berperang; [21] di tahun 2003, Pusat Riset Islam di Universitas Al-Azhar di Kairo mengumumkan: Sesuai dengan akal sehat dan hukum Islam bahwa jika musuh menyerang tanah Muslim, maka Jihad jadi kewajiban pribadi, berlaku bagi setiap Muslim dan Muslimah, karena negara Muslim kita sekarang diserang tentara Salib baru yang bertujuan mengambil tempat tinggal, kehormatan, kepercayaan, dan tanah air; [22] dan Sheikh Omar Bakri Muhammad, imam Jihadis London yang penuh kebencian, berkata di akhir tahun 2002, ketika musuh masuk tanah Islam seperti Palestina, Chechnya, Kosovo atau Kashmir, semua Muslim yang tinggal tak jauh dari daerah itu harus berperang dan semua Muslim di dunia harus membantunya dengan segala cara. [23]

[21] Shariah Council of State Defense Council Majlis al-Shura dari Republik Chechen di Ichkeria, Jihad and Its Solution Today, [i] Jihad Today, no. 7. Dicetak ulang http:wwkavkazcenter.com/eng/content/2003/11/26/2028.shtml, November 26, 2003

[22] Middle East Media Research Institute (MEMRI), Jihad Against the US: Al-Azhars Conflicting Fatwas, MEMRI Special Dispatch No. 480, March 16, 2003. http://www.memri.org

[23] Middle East Media Research Institute (MEMRI), Islamist Leader in London: No Universal Jihad As Long As There Is No Caliphate, MEMRI Special Dispatch No. 435, October 30, 2002. http://www.memri.org

Sama Seperti Sekarang: Jihadis di Segala Tempat

Seperti yang telah terjadi di sepanjang sejarah, tentara Muslim melakukan perjalanan jauh untuk ikut perang2 Jihad. Di tahun 1990-an, daerah Balkan jadi tempat favorit Jihadis Afghanistan dan Chechnya. Komandan Jihadis Bosnia bernama Abu Abdel Aziz menjelaskan bahwa dia pergi ke Balkan setelah bertemu dengan beberapa petinggi negara Saudi Arabia. Mereka semua mendukungku, katanya, paham agama adalah perang di Bosnia adalah perang bagi kepentingan Allah dan untuk melindungi Muslim. Hal ini karena Allah berkata (dalam Al-Quran 8:72)

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta benda dan jiwa mereka pada jalan Allah dan orang-orang (Ansar) yang memberi tempat kediaman dan pertolongan (kepada orang-orang Islam yang berhijrah itu), mereka semuanya menjadi penyokong dan pembela antara satu dengan yang lain.

Sebelum, selama dan setelah perang Irak tahun 2003, para Jihadis dari seluruh penjur dunia datang membanjiri negara itu – termasuk tempat2 yang tidak diduga sebelumnya; polisi Jerman mencatat bahwa di akhir tahun 2003 sejak akhir perang, terdapat banyak orang datang dari Jerman dan bagian Eropa lainnya yang tertarik oleh gerakan ekstrimis Islam di Irak. [25]

[25] Stephen Graham, Muslim Militants From Europe Drawn to Iraq, Associated Press, November 3, 2003.

Pandangan PC: Perang Salib dilakukan Pihak Barat yang Haus Harta

Tentu saja tidak semua tentara Salib bertujuan murni. Terjadi lebih dari sekali kejadian di mana tentara Salib tidak bersikap sebagai peziarah teladan Kristen. Tapi pendapat bahwa tentara Salib melakukan penjajahan tanpa alasan melawan masyarakat Muslim yang damai dan rukun dengan masyarakat non-Muslim tidak benar berdasarkan fakta sejarah. Pendapat ini hanya menunjukan kebencian terhadap budaya Barat dan bukannya hasil dari penelaahan sejarah yang murni.

Paus Urban tidak berencana melakukan Perang Salib untuk menimbun harta. Dia bertekad untuk mengembalikan tanah2 milik Kaisar Alexius Comnesus dan Kekaisaran Bizantium yang dirampas Muslim. Paus memandang perang Salib sebagai pengorbanan dan bukannya untuk memperkaya diri sendiri. [28]

[28] James Harvey Robinson, editor, Readings in European History: Vol. I (Boston, MA: Ginn and Co., 1904), 312-16. Cetak ulang di Medieval Sourcebook, http://www.fordham.edu/halsall/source/urban2a.html

Pengiriman tentara Salib ternyata mahal biayanya. Para tentara Salib menjual kekayaannya untuk mengumpulkan uang bagi perjalanan jauh mereka ke Tanah Suci, dan mereka tahu ada kemungkinan besar mereka mati dan tidak akan kembali.

Contoh yang jelas bisa dilihat pada Godfrey dari Bouillon, yang adalah Duke dari Lower Lorraine. Dia adalah salah satu bangsawan Eropa terkemuka yang memanggul salib (begitulah istilah yang dipakai bagi mereka yang berpartisipasi dalam Perang Salib). Dia menjual banyak rumahnya untuk membiayai perjalannya, tapi jelas dia berencana pulang dan tidak mau tinggal di Timur Tengah karena dia tidak mau menyerahkan gelar kebangsawanannya dan seluruh harta miliknya. [29]

[29] Thomas Madden, The New Concise History of the Crusaders (Lanham, MD: Rowman & Littlefield, 2005), 19-20.

Penyelidikan sejarah akhir menunjukkan bahwa sebagian besar tentara Salib bukanlah anak2 keturunan tentara Salib Eropa yang mencari untung dan tanah jajahan di Timur Tengah. Kebanyakan tentara Salib adalah seperti Godfrey yang adalah bangsawan pemilik tanah sendiri, rakyat sendiri, dan banyak harta. [30] Memang beberapa tentara Salib jadi makmur setelah keberhasilan Perang Salib I dan ini ditulis oleh Fulcher dari Chartres sebagai berikut: Mereka yang dulu miskin, Tuhan membuat mereka kaya. Mereka yang dulu hanya memiliki beberapa keping, sekarang punya banyak harta; dan mereka yang dulu tidak punya villa, sekarang, karena anugrah Tuhan, punya sebuah kota. [31] Tapi mereka yang masih hidup dan dapat kembali ke Eropa tidak membawa harta apapun dari perang tersebut.

[30] Ibid., hal. 12

[31] Dikutip dari buku August C. Krey, The First Crusade: The Accounts of Eyewitnesses and Participants, (Princeton, NJ: 1921), 280-81. Dicetak ulang di Medieval Sourcebook, http://www.fordham.edu/halsall/source/fulcher-cde.html

Pandangan PC: Tentara Salib Berperang untuk Memaksa Muslim Memeluk Kristen

Pendapat PC menyatakan bahwa tentara Salib menyerbu Timur Tengah dengan pedang di tangan dan membunuhi semua non-Kristen yang mereka temui, kecuali non-Kristen yang lalu memeluk Kristen. Pendapat ini hanyalah khayalan tanpa bukti saja. Yang tidak disebut dalam setiap penelaahan sejarah PC adalah tujuan Perang Salib yang ditekankan Paus Urban di Konsul Claremount dan dia sama sekali tidak menyebut tentang pemaksaan agama Kristen kepada Muslim. Tujuan Paus hanyalah untuk membela peziarah Kristen dan merebut kembali tanah Kristen. Baru setelah seratus tahun setelah terjadinya Perang Salib I di abad ke 13, mulailah ada usaha tentara Kristen Eropa untuk mengKristenkan Muslim yang hidup di tanah yang dikuasai tentara Salib. Usaha ini sebagian besar tidak berhasil.

Ketika tentara Salib menang perang dan mendirikan kerajaan2 di Timur Tengah, mereka pada umumnya membiarkan para Muslim hidup damai, boleh bebas beribadah, boleh membangun mesjid2 dan sekolah2, dan boleh tetap jadi Muslim. Beberapa penulis sejarah membandingkan para Muslim di tanah Kristen ini seperti para dhimmi di tanah Islam karena para Muslim ini pun harus bayar pajak. Tampaknya penguasa Salib menerapkan sistem pajak pada masyarakat Muslim tapi mereka tidak meminta Muslim untuk memakai baju tertentu seperti yang dilakukan penguasa Muslim terhadap masyarakat Kristen dan Yahudi yang hidup di daerah mereka. Karenanya Muslim dan Yahudi yang hidup di tanah Kristen tidak mengalami diskriminasi dan penindasan setiap hari. [32] Ini tidak terjadi pada perlakukan penguasa Muslim pada non-Muslim. Kunci perbedaan adalah pungutan pajak dhimma tidak pernah merupakan bagian dari doktrin ajaran Kristen tapi Jizya merupakan bagian dari Islam.

[32] Jonathan Riley-Smith, The Oxford Illustrated History of the Crusaders (Oxford: Oxford University Press, 1995), hal. 116

Selain itu, penguasa Muslim Spanyol bernama Ibn Jubayr (1145-1217) yang datang ke Mediterania dalam perjalanannya ke Mekah awal tahun 1180-an menyatakan Muslim yang tinggal di tanah yang dikuasai tentara Salib lebih baik nasibnya daripada Muslim yang tinggal di daerah Islam. Ini karena penguasa Kristen mengolah tanah lebih teratur dan lebih baik daripada penguasa Muslim. Inilah sebabnya mengapa Muslim lebih memilih tinggal di bawah pemerintahan Kristen:

Ketika meninggalkan Tibnin (dekat Tyre), kami melalui lahan2 pertanian yang berkesinambungan dan desa2 yang semuanya sangat terawat dengan baik. Semua penduduknya adalah Muslim, tapi mereka hidup makmur di bawah kekuasaan Franj (Franks (Perancis) atau Penguasa Salib) – semoga Allah menjaga mereka dari cobaan! Rumah2 mereka adalah milik mereka sendiri dan semua harta kekayaan tidak ada yang dirampas. Semua daerah yang dikuasai Franj di Siria diperlakukan sama: semua tanah, desa, dan pertanian tetap dimiliki Muslim. Maka itu, keraguan muncul di benak mereka ketika membandingkan hidup mereka dengan hidup para saudara mereka di tanah Muslim. Memang, masyarakat Muslim yang tinggal di tanah diperlakukan tidak adil oleh pemimpinnya, sedangkan Muslim yang tinggal di bawah kekuasaan Franj diperlakukan adil. [33]

[33] Dikutip dari buku Maalouf, The Crusaders Through Arab Eyes, hal. 263.

Jadi tidak benar bahwa semua tentara Salib melakukan perang barbar terhadap kebudayaan yang dikira lebih unggul dan beradab.

Buku yang Tidak Boleh Dibaca:

The New Concise History of the Crusaders (Sejarah Singkat Tentara Salib) oleh Thomas F. Madden; Lanham, MD: Rowman & Littlefield, 2005 adalah buku yang menarik yang membantah berbagai pendapat PC tentang mengapa tentara Salib berperang, siapa yang mereka lawan, dan apa yang terjadi pada setiap Perang Salib.

Dari buku: POLITICALLY INCORRECT GUIDE OF ISLAM

One response to “Latar Belakang Terjadinya Perang Salib

  1. semua yg engkau tulis tu gk tepat …. apakah engkau lebih mengetahui ???/

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s